(My) Life is ... Colorful!

Sunday, September 25, 2005

one fine day

Kha dateng ke rumah jam 6 pagi.
Masih ngantuk...
pipi saya juga masih tembem katanya
Tapi saya full smangat.
Saya bahkan sudah mandi
dan packin dari jam 5 pagi! Hihihi...

Terus seharian seneeeeeeeeng banget.
Kami menghilang berdua.
Nggak ada dering hp.
Nggak ada balas2 sms.
Nggak ada kerjaan.
Nggak ada jam malam.
Nggak ada jalan-jalan Jakarta yg bikin bosan.

Sambil mengecup jari saya
Kha bilang, "Makasih ya.
Udah bikin saya seneng
dan udah bikin saya sayang banget
sama kamu..."

Hmmm... hari sperti ini
harus sering-sering diulang lagi!

=)

Friday, September 23, 2005

to come or not to come

Apa yang akan kamu lakukan
kalau seorang dari masa lalu
menghubungi pada pukul 1/2 7 pagi

Suaranya ringan,
agak kikuk, tapi ringan.
Memintamu turut hadir
di pernikahannya minggu depan.

"Ini akan terjadi hanya sekali,
jadi gue pengen ada elo juga nanti."

lantas sekilas, amat cepat,
semua berulang, terngiang...

dia yg selalu membela
kalau teman nakal menggangguku
waktu kami kecil dulu

dia yg selalu sabar menunggu
dan menemani berjalan pulang
waktu kami sekolah dulu

dia yg pertama bilang sayang
dan kusebut pacar
belasan tahun yg lalu

...

tapi lantas wanita itu datang
atas nama cinta dan sayang
sesukanya dia melarang

kami nggak boleh lagi ketemu
kami nggak boleh lagi bicara
kami cuma masa lalu yg mengganggu
bersahabat pun dijadikannya tabu

maka sekarang
meski yang meminta adalah
sahabatku tersayang
perlukah aku datang?
pantaskah aku datang?

kalau pun aku datang
perlukah kuucapkan selamat?

atau biar kutumpahkan amarah
atau berteriak di atas pelaminan,

"hey wanita,
picik betul kamu, kasihan betul kamu,
berdiri di sana tanpa percaya diri,
juga tanpa kepercayaan
bahkan pada suamimu sendiri.
hey wanita,
jahat betul kamu, kasihan betul kamu,
menghancurkan persahabatan kami
karena mungkin kamu sendiri
nggak pernah memiliki sahabat yg sejati."

Monday, September 05, 2005

A Groovy Kind of Love

*When I'm feeling blue,
All I have to do
Is take a look at you,
Then I'm not so blue

When you're close to me,
I can feel your heart beat
I can hear you breathing in my ear

Wouldn't you agree,
Baby you and me,
We've got a groovy kind of love

Any time you want to,
You can turn me on to
Anything you want to,
Any time at all

When I kiss your lips,
Ooh I start to shiver
Can't control the quivering inside

Wouldn't you agree,
Baby you and me,
We've got a groovy kind of love…

(repeat *)

When I'm in your arms,
Nothing seems to matter
My whole world could shatter,
I don't care

Wouldn't you agree,
baby you and me,
We've got a groovy kind of love...

Brand New Day

Nggak ada kupu-kupu itu di perut.
Cuma ada sinar matahari yg hangat.
Nggak ada sederet kata-kata romantis.
Cuma sebaris senyum dan ketawa.

Mungkin harusnya
saya merasa amat senang, ya?
Mungkin harusnya
pipi saya merona merah.

Tapi nggak,
ini memang hari baru
yang berbeda.

Saya bersyukur karenanya
dan merasa istimewa
mengalaminya.

Sunday, September 04, 2005

Kata Kamu

"Percaya sama saya, Mesh...
Saya sayang kamu."

Saturday, September 03, 2005

The Way You Look Tonight

(a song by Sinatra...)

Someday, when I'm awfully low,
When the world is cold,
I will feel a glow just thinking of you...
And the way you look tonight.

Yes you're lovely, with your smile so warm
And your cheeks so soft,
there is nothing for me but to love you,
and the way you look tonight.

* With each word your tenderness grows,
tearing my fear apart...
And that laugh that wrinkles your nose,
it touches my foolish heart.

Lovely ... never, ever change.
Keep that breathless charm.
Won't you please arrange it ?
'Cause I love you ...
Just the way you look tonight.

Mm, Mm, Mm, Mm...
Just the way you look tonight.

(...for my dearest Fina)

Thursday, September 01, 2005

Malam Bainai

Kamu pernah menyetir dalam kemacetan sore hari di padatnya jalanan Jakarta, sambil terburu-buru untuk menghadiri sebuah acara?

Atau kamu pernah menyetir dengan memakai kain songket Padang yang tebal dan kaku?

Bagaimana kalau memadukan keduanya? Hohoho...!
Saya mengalaminya malam ini sepulang kantor dan percayalah, nggak mudah!!

Tapi kalau orang bilang, "Perempuan bisa melakukan apa saja demi cinta," maka saya adalah seorang perempuan yang melakukan apa saja demi cinta pada sahabat saya!

Karena akhirnya... voila! Saya sampai di rumah Fina.
Acara Malam Bainai. Dia berdiri di sana, cantik!
Uh, saya masih saja nggak percaya bahwa besok Fina akan menikah.
Finanya saya!
My dearest bestfriend.
My partner in crime.

Lalu akhirnya saya menangis.
Nggak tahu kenapa saya menangis.
Mungkin senang sekali.
Mungkin sedih sekali.
Mungkin takut.
Mungkin bingung.
Mungkin bahagia.
Mungkin nggak rela.

Pffiiiuffh... saya tahu doa saya pasti akan selalu untuk dia.
Tak perlu ada yang mengingatkan. Nggak usah ada yang menyuruh.
Tapi saya memang masih saja nggak bisa,
menjelaskan bagaimana perasaan saya malam ini.

...dan besok,
besok mungkin perasaan ini bakal jadi lebih 'heboh' lagi.

Who The Hell Are You!?

Pagi ini seperti biasa,
saya nyetir sendiri menuju kantor di daerah Kuningan.

Yang saya lakukan sepanjang perjalanan pun
adalah yang biasa terjadi dalam rutinitas harian saya:
Dengerin CD - kali ini Tika, Sore & Tangga
Telpon Fina - ngingetin "Besok loe nikah! Besok!! Hahaha..."
Ngelamun - nggak perlu dijelaskan isinya di sini
Dandan - begitu memasuki daerah Mampang Perempatan.

Soal dandan di mobil,
saya ingat betapa beberapa orang teman
(Donatus misalnya! Hihihi...) pernah protes.
"Gimana mungkin loe bisa dandan sambil nyetir?"
dan saya cuma menjawab mereka dengan... nyengir!

Tapi hari ini aktivitas dandan di mobil saya
ternyata juga diperhatikan
oleh seorang pria di mobil sebelah.
Awalnya saya nggak ngeh dan nggak peduli
(hey, berapa besar sih peluang kita bakal ketemu
lagi dengan 'penghuni mobil sebelah' yg sama di jagad
Jakarta yg penuh sesak kendaraan ini?)
Cuma yg satu ini kok ya beda.
Sedemikian rupa didekatkannya Corola-nya ke
Karimun saya, terus buka jendela, senyum2 & dadah2!

Saya coba lirik sedikit (siapa tahu kenal)
dan hasil lirikan menyatakan: sama sekali nggak kenal!
Saya cuek lagi dan menutup acara dandan
dengan memakai kacamata hitam,
dia menguntit rapat di belakang dan klakson2!!

Oke, oke... tarik napas, cuekin saja...
dan hayo belok kiri, brenti di apotik buat beli troches
supaya dia nggak nglaksonin saya lagi
dan saya sanggup nyanyi di kawinan Fina nanti.

But, guess what? Dia ikut belok dan brenti!
Ini mulai menakutkan.
Saya memesan selembar troches di counter
dan berjalan ke arah rak bedak bayi... pilih2 di sana
sementara orang ini berdiri
di dekat counter menghadap saya!
"Ada Ultraflu, Mbak?"
(Ultraflu? Ke warung aja Mas!
Nggak perlu ikut2 orang ke apotik!)
Saya melirik sedikit, dia tersenyum lebar,
alis diangkat, lalu dg amat tidak memukau bilang
"Hai!" Aaaaaaarrrggh...

Saya cuma bengong
dan langsung memalingkan muka
berharap si Mbak segera keluar
memberikan Ultraflunya dg cepat,
dan membuat orang ini segera berlalu keluar.

Setelah dia keluar,
Saya masih setia sama sederet bedak2 bayi
(Saya tahu harus ambil Jhonson Blossom spt biasa,
tapi lebih baik agak lama drpda kluar bareng dia kan?)
Saya mencoba mencium bau bedak2 lainnya
(percaya lah, ternyata ada banyak variannya!!)
Membandingkan enakan yg mana baunya...
dan akhirnya memutuskan keluar
(setelah si Mbak bilang "Mau bedak apa Mbak?").

Tebak, tebak, yak! Anda benar!
Pria ini masih ada di dalam mobilnya,
persis di sebelah mobil saya!!
Dia kembali tersenyum lebar
dan mengangkat alisnya.
Meski nggak bilang "hai!"
tindakannya ini tetap nggak memukau.

Saya masuk ke mobil, ambil hp,
menelpon seseorang (nggak diangkat!)
tapi tetep bicara (pura-pura!)
dan berharap dia pergi duluan.

Benar, dia pergi duluan...
tapi cuma mundur dan berhenti
di depan dunkin donat, 10m dr posisi awal.

Saya mundur, masuk ke jalan utama,
dan... dia klakson lagi 2x, buka jendela,
mengikuti tepat di belakang saya lagi!!

Selanjutnya yg terjadi adalah
apa yg bisa kalian saksikan di film Italian Job.
Yeah, yeah... Karimun memang bukan Mini Mock,
tapi percaya lah... nggak kalah cepat
dan lincah kalo soal salib menyalib.

Di lampu merah kuningan, saya berhasil
meloloskan diri setelah menyalib sebuah PPD
dan membuat Corola gendut itu terjebak
lampu merah! Aaaaaaaaaaah... super sebuah prestasi!

Saya tahu, pagi ini saya seharusnya bisa
bersikap lebih 'manis' atau 'tenang'...
tapi bukan itu inti cerita kali ini.

Intinya adalah... untuk semua sahabat2 saya
yg notabene banyak yg merupakan kaum pria,
"Dooooooh... coba cara lain
yg lebih menyenangkan
bisa, kan?"