Pagi ini seperti biasa,
saya nyetir sendiri menuju kantor di daerah Kuningan.
Yang saya lakukan sepanjang perjalanan pun
adalah yang biasa terjadi dalam rutinitas harian saya:
Dengerin CD - kali ini Tika, Sore & Tangga
Telpon Fina - ngingetin "Besok loe nikah! Besok!! Hahaha..."
Ngelamun - nggak perlu dijelaskan isinya di sini
Dandan - begitu memasuki daerah Mampang Perempatan.
Soal dandan di mobil,
saya ingat betapa beberapa orang teman
(Donatus misalnya! Hihihi...) pernah protes.
"Gimana mungkin loe bisa dandan sambil nyetir?"
dan saya cuma menjawab mereka dengan... nyengir!
Tapi hari ini aktivitas dandan di mobil saya
ternyata juga diperhatikan
oleh seorang pria di mobil sebelah.
Awalnya saya nggak ngeh dan nggak peduli
(hey, berapa besar sih peluang kita bakal ketemu
lagi dengan 'penghuni mobil sebelah' yg sama di jagad
Jakarta yg penuh sesak kendaraan ini?)
Cuma yg satu ini kok ya beda.
Sedemikian rupa didekatkannya Corola-nya ke
Karimun saya, terus buka jendela, senyum2 & dadah2!
Saya coba lirik sedikit (siapa tahu kenal)
dan hasil lirikan menyatakan: sama sekali nggak kenal!
Saya cuek lagi dan menutup acara dandan
dengan memakai kacamata hitam,
dia menguntit rapat di belakang dan klakson2!!
Oke, oke... tarik napas, cuekin saja...
dan hayo belok kiri, brenti di apotik buat beli troches
supaya dia nggak nglaksonin saya lagi
dan saya sanggup nyanyi di kawinan Fina nanti.
But, guess what? Dia ikut belok dan brenti!
Ini mulai menakutkan.
Saya memesan selembar troches di counter
dan berjalan ke arah rak bedak bayi... pilih2 di sana
sementara orang ini berdiri
di dekat counter menghadap saya!
"Ada Ultraflu, Mbak?"
(Ultraflu? Ke warung aja Mas!
Nggak perlu ikut2 orang ke apotik!)
Saya melirik sedikit, dia tersenyum lebar,
alis diangkat, lalu dg amat tidak memukau bilang
"Hai!" Aaaaaaarrrggh...
Saya cuma bengong
dan langsung memalingkan muka
berharap si Mbak segera keluar
memberikan Ultraflunya dg cepat,
dan membuat orang ini segera berlalu keluar.
Setelah dia keluar,
Saya masih setia sama sederet bedak2 bayi
(Saya tahu harus ambil Jhonson Blossom spt biasa,
tapi lebih baik agak lama drpda kluar bareng dia kan?)
Saya mencoba mencium bau bedak2 lainnya
(percaya lah, ternyata ada banyak variannya!!)
Membandingkan enakan yg mana baunya...
dan akhirnya memutuskan keluar
(setelah si Mbak bilang "Mau bedak apa Mbak?").
Tebak, tebak, yak! Anda benar!
Pria ini masih ada di dalam mobilnya,
persis di sebelah mobil saya!!
Dia kembali tersenyum lebar
dan mengangkat alisnya.
Meski nggak bilang "hai!"
tindakannya ini tetap nggak memukau.
Saya masuk ke mobil, ambil hp,
menelpon seseorang (nggak diangkat!)
tapi tetep bicara (pura-pura!)
dan berharap dia pergi duluan.
Benar, dia pergi duluan...
tapi cuma mundur dan berhenti
di depan dunkin donat, 10m dr posisi awal.
Saya mundur, masuk ke jalan utama,
dan... dia klakson lagi 2x, buka jendela,
mengikuti tepat di belakang saya lagi!!
Selanjutnya yg terjadi adalah
apa yg bisa kalian saksikan di film Italian Job.
Yeah, yeah... Karimun memang bukan Mini Mock,
tapi percaya lah... nggak kalah cepat
dan lincah kalo soal salib menyalib.
Di lampu merah kuningan, saya berhasil
meloloskan diri setelah menyalib sebuah PPD
dan membuat Corola gendut itu terjebak
lampu merah! Aaaaaaaaaaah... super sebuah prestasi!
Saya tahu, pagi ini saya seharusnya bisa
bersikap lebih 'manis' atau 'tenang'...
tapi bukan itu inti cerita kali ini.
Intinya adalah... untuk semua sahabat2 saya
yg notabene banyak yg merupakan kaum pria,
"Dooooooh... coba cara lain
yg lebih menyenangkan
bisa, kan?"